Sejarah Perkembangan Islam di Vietnam

sejarah perkembangan islam di vietnam
Pada kesempatan ini saya akan share tentang sejarah perkembangan islam di vietnam, share ini merupakan permintaan dari sobat blog saya yang mudah-mudahan dapat membantu dan bermanfaat.

Dikutip : dakwatuna.com
Vietnam merupakan negara Republik Sosialis dan salah satu negara AsiaTenggara yang terletak di antara Kamboja dan Republik Laos di bagian barat dan Cina di bagian utara.

Vietnam juga merupakan negeri animisme yang memiliki banyak sejarah yang berdiri sejak 4 ribu tahun lalu dan terdiri dari lebih 50 suku, dan setiap suku memiliki dan berbicara dengan bahasa sendiri-sendiri, sementara bahasa Vietnam merupakan bahasa resmi mereka.

Sejarah masuknya Islam di Vietnam
Vietnam pernah dikritik karena menjadi negara yang tidak ramah bahkan represif terhadap pemeluk agama, terutama bagi penganut Islam.  Padahal, Vietnam termasuk negeri paling pertama di Asia yang bersentuhan dengan Islam. Dise­butkan, pada tahun 650 Khalifah Ustman bin Affan sudah mengirim utusan resmi yang pertama ke daerah Vietnam sekarang yang pada waktu itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Tang di Cina.

sejarah perkembangan islam di vietnam
Bukti lain menyebutkan bahwa sebenarnya Islam masuk ke Viet­nam mulai akhir abad ke-11, yang dibawa oleh para pedagang India, Arab dan Persi yang singgah ke kawasan itu. Namun jumlah pemeluk Islam di Vietnam mulai meningkat ketika Kesultanan Malaka memperluas wilayah di saat Kerajaan Champa runtuh pada tahun 1471. Namun Islam belum menjadi agama yang dikenal secara luas di kalangan Cham sampai pertengahan abad ke-17. Islam baru mulai dikenal dan jumlah pemeluknya bertambah ketika sekitar pertengahan abad ke-19, banyak Muslim Cham beremigrasi dari Kamboja dan menetap di daerah Sungai Mekong.

Pada awal abad ke-20, ketika Vietnam menjadi jajahan Perancis, kaum Melayu Islam mulai memi­liki pengaruh  kuat pada orang Cham, dan masjid-masjid serta madrasah banyak didirikani di daerah Selatan. Sejak masa itu, para ulama Melayu mulai memberi khutbah di masjid-masjid dalam bahasa Melayu, dan mulai banyak orang belajar ke madrasah-madr­asah yang didirikan oleh orang Malayu Cham.

Setelah kemerdekaan Vietnam, terutama selama masa perang (1957-1975), kehidupan orang-orang Islam relatif terisolasi bahkan disisihkan. Nasib mereka bertam­bah malang setelah perang berakhir dan seluruh Vietnam dikuasai Partai Komunis. Tahun pertama masa Republik Sosialis Vietnam yang ditandai reunifikasi (penya­tuan kembali seluruh Vietnam), kehidupan umat Islam makin tertekan. Mereka dilaporkan me­mang tidak mengalami kekerasan fisik, namun banyak masjid ditutup oleh pemerintah dan orang-orang Islam dilarang berhubungan bahkan berbicara dengan orang asing.

Tekanan tersebut membuat banyak di antara penduduk Muslim Vietnam yang kemudian memilih meninggalkan negeri mereka. Setelah berdirinya Republik Sosia­lis Vietnam pada tahun 1976, tercatat sekitar 55.000 muslim Cham beremigrasi ke Malaysia, dan 1.750 orang lainnya diterima sebagai imigran oleh Negara Ya­man.

Terjadinya gelombang imigrasi yang hebat dari para Muslim Vietnam ini tidak lepas dari perubahan politik dan kekuasaan di negara itu. Mereka yang tetap tinggal, disebutkan memang tidak mendapatkan penganiayaan dan kekerasan. Namun mereka tidak dapat beribadah menurut keya­kinannya dan mengklaim bahwa masjid-masjid banyak yang ditutup oleh pemerintah.

Setelah Doi Moi
Kehidupan orang Islam di Vietnam  membaik sejak Pe­merintah Sosialis melancarkan kebijakan Doi Moi (Renovasi) tahun 1986, dan negeri itu mulai mem­buka diri terhadap dunia luar dan investasi asing. Sejak itu, orang asing yang datang ke Vietnam mulai diizinkan untuk berbicara dengan Muslim pribumi dan melakukan ibadah shalat bersama mereka. Kelompok atau komunitas Muslim mulai dibolehkan meng­organisasikan diri mereka, dan masjid-masjid diizinkan kembali untuk digunakan sebagai tempat ibadah, dan madrasah-madrasah juga dibolehkan memberikan pelajaran agama Islam.

Di Ho Chi Minh City sudah berdiri sebuah Yayasan Islam sejak tahun 1991. Sementara di An Gian, provinsi di perbatasan dengan Kamboja, organisasi umat Islam serupa sudah terbentuk pula sejak tahun 2004. Organisasi komunitas Is­lam ini mempunyai peran me­layani dan menfasilitasi berbagai urusan umat Islam di selantan Vietnam tersebut. Misalnya mengumpulkan dana untuk kegiatan dakwah dan pendidikan umat Islam sampai mencarikan beasiswa dan mengirim pelajar-pelajar muslim ke berbagai negara.

Organisasi dan Yayasan Islam itu  melakukan hubungan dengan negara-negara Islam dan organisasi Islam internasional, terutama untuk mendapatkan kesempatan pendidikan melalui beasiswa bagi pemuda-pemuda Muslim Vietnam. Di antara negara yangmenampung pelajar Islam Vietnam adalah Malaysia, Indonesia, Arab Saudi, Libya dan Mesir. Selain di sekolah agama, mereka juga belajar di perguruan atau universitas umum. Negara yang menampung maha­siswa Vietnam terbanyak adalah Malaysia dengan 50 pelajar dan mahasiswa –30 di antaranya belajar di Universitas Islam Antarbangsa. Sementara di Saudi terdapat 15 orang, di Libya 5 orang, di Mesir 3 orang.

Sebagian mereka ada yang telah lulus dan kembali ke negara mereka. Mereka yang berhasil memperoleh ilmu terapan, rata-rata mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan yang beragam. Namun mereka yang bersekolah atau kuliah di bidang agama, yang memperoleh ilmu syariah dan dakwah, umumnya sulit menda­patkan pekerjaan di lembaga pemerintah dan swasta. Mereka inilah yang memerlukan bantuan negara-negara dan organisasi Islam internasional untuk bekerja di bidang dakwah, seperti menjadi imam masjid dan mubaligh, yang tentu saja perlu mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga mereka.

Duta Besar RI di Hanoi, Mayer­fas, mengakui bahwa umat Islam di Vietnam kini sudah mulai bebas menjalankan agama mereka. Sejak sepuluh tahun terakhir, sejumlah masjid baru diizinkan dibangun atas bantuan negara-negara dan organisasi Islam internasional. Masjid terbesar di Vietnam kini terdapat di Xuan Loc, Provinsi Dong Nai, Vietnam Selatan. Masjid yang dibuka sejak tahun 2006 itu pembangunannya dibiayai oleh Arab Saudi.

Namun di Kota Hanoi sendiri, bahkan di seluruh kawasan Viet­nam Utara, hanya terdapat satu masjid sebagai sarana ibadah umat Islam yang rata-rata adalah keturunan asing, diplomat dan staf kedutaan negara-negara Islam. Masjid Al-Noor yang terletak di kawasan padat kota tua Hanoi itulah satu-satunya tempat “reuni” kaum muslimin setiap hari Jumat.

Menurut Mayerfas, Komite Masjid Al-Noor yang terdiri dari perwakilan negara-negara anggota OKI pernah mengajukan kepada pemerintah Vietnam untuk dapat membeli tanah bagi membangun masjid baru yang lebih besar dan representatif. “Namun, surat tersebut tidak (belum) dijawab oleh pemerintah Vietnam,” kata Mayer­fas.

Jumlah umat Islam dan daerah penyebarannya :
sejarah perkembangan islam di vietnam
Menurut data statistik dari situs departemen luar negeri Vietnam jumlah umat Islam di Vietnam berjumlah 70.700 ribu jiwa. Data lain menyebutkan, jumlahnya antara 80.000 ampai 90.000 orang, atau kurang 1 permil jumlah penduduk. Dua pertiga pemeluk Islam oyang asli Vietnam berasal dari suku minoritas Cham yang banyak hidup di daerah Selatan seperti di Provinsi Binh Thuan, Ninh Thuan, An Giang, Tay Ninh, Dong Nai, dan Ho Chi Minh City.

Khusus di Ho Chi Minh City (dulu bernama Saigon), kota terbesar di Vietnam yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa, terdapat sekitar 10.000 pemeluk Islam, namun di ibukota negara Hanoi jumlahnya sangat sedikit, tak sampai seribu jiwa dari sekitar 8 juta penduduk kota itu. Sebagian besar adalah para ekspatriat (pekerja asing) dan diplomat dan staf kedutaan dari negara-negara Indonesia, Malaysia, India serta perwakilan negeri-negeri Arab dan Afrika Utara.

Di seluruh Vietnam terdapat sekitar 100 masjid, lebih 99 persen ada di Selatan. Di Kota Hanoi  dan seluruh kawasan Utara hanya ada satu masjid. Itulah Masjid Al-Noor yang dibangun awal abad ke-20 oleh komunitas kecil pedagang pedagang Arab, India, dan orang-orang Melayu yang tinggal di kota itu. Permohonan perwakilan negara-negara anggota OKI (Organisasi Konferensi Islam) di Vietnam untuk dapat membeli tanah bagi mem­bangun sebuah masjid yang lebih besar di Hanoi tidak pernah dijawab oleh Pemerintah Partai Komunis negeri itu.

Mazhab Yang Diikuti Penduduk Islam Vietnam
Terdapat dua mazhab besar umat Islam di Vietnam yaitu :
1.      Mazhab Sunni
Mazhab Sunni tersebar diseluruh penjuru negara kecuali dua tempat antara TuanHan dan Ninh Thuan, dan mayoritas mereka menganut mazhab Syafi’i.
2.      Mazhab Bani
Mazhab Bani tersebar di daerah Ninh Thuan dan Binh Thuan dan mazhab ini tidak banyak dikenal oleh umat Islam di dunia karena memiliki ciri khusus domistik dan memiliki pengaruh kuat warisan dari India yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam yang benar, seperti menjadikan pemimpin untuk shalat mewakili jamaah, tidak ada perhatiandari para pemimpin dengan jamaah mereka sehingga menyebar di tengah mereka ajaran-ajaran syirik, dan tersebar di tengah mereka aktivitas yang tidak sesuai dengan aqidahyang benar oleh karena kebodohan, sedikitnya ulama dan para dai.

Dan ketika datang bulan Ramadhan mereka memisahkan diri dari istri-istri mereka sejak awal bulan hingga akhir, karena mereka tinggal di masjid selama bulan Ramadhan, dan banyak lagi permasalahan lainnya yang ada di sana. Boleh jadi phenomena terjadi oleh karenakebodohan mereka terhadap Islam dan ajaran-ajaran yang sebenarnya, dan terputusnyahubungan mereka dengan dunia Islam dalam waktu lama sehingga mereka memilikikeyakinan apa yang dalam Islam dan bahkan hingga mencapai pada tuduhan bahwamazhab sunni adalah bid’ah. Sebagaimana yang terjadi di sana adanya perselisihan dan perdebatan tentang tema antara mereka dan mazhab Sunni.

sejarah perkembangan islam di vietnam
Pada tahun 1959 sebagai mereka umat Islam bagian selatan, khususnya umat Islam dikota Shai Ghon, dan terjadi perkenalan dan dialog di tengah mereka tentang Islamsehingga mereka memahami bahwa jamaah mereka jauh dari hakikat Islam, dan merekamulai belajar dari mereka ajaran yang benar, dan juga memperbaharui keislaman merekadan memperbaikinya. Kemudian kelompok ini pulang ke negeri mereka dan mengajak masyarakat pada ajaran Islam yang bersih dan benar, maka dakwah itupun berhadapandengan berbagai bentuk penolakan, pendustaan dan tuduhan dari warga dan menganggapnya sebagai bid’ah dan khurafat. Namun berkat karunia Allah SWT, mampumemenangkan agama dari keyakinan yang menyimpang dan agama yang batil yangdiacuhkan kecuali Allah mampu menyempurnakan cahaya-Nya sehingga sebagianmereka menerima dakwah ini dengan penuh kepuasan dan kerelaan, dan akhirnya merekamemperbaharui dan memperbaiki keislaman mereka.

Dan melalui ini terjadi titik tolak penting dalam sejarah berupa bersinar kembali cahayaIslam di tengah mereka setelah sebelumnya mengalami kejahilan di negeri mereka dalamwaktu yang lama, dan akhirnya setiap hari terus bertambah orang-orang yang memperbaharui keislaman mereka. Kemudian bertambah pula 4 pembangunan masjid di daerahtersebut, karena keberadaan mereka dalam masjid-masjid yang ada dapat mengarah pada perbedaan dan perdebatan. Adapun masjid yang dimaksud adalah masjid Phuic Nhon,masjid An Xuan, masjid Van Lam, dan masjid Nho Lam dan semuanya terdapat di propinsi Ninh Thuan.

Sementara itu gerakan pembaharuan tidak mencakup propinsi Ninh Thuan, sehingga penduduknya tetap berada pada keyakinan tersebut hingga datang pembaharuan yangdibawa oleh sebagian pemuda Islam mereka pada tahun 2006, sebagaimana sisa darimereka menerima gerakan ini dan bertambah jumlah mereka, karena mereka betul-betulmembutuhkan orang yang bisa mengajarkan Islam kepada mereka.

Kelompok-kelompok klasik umat Islam di vietnam
Umat Islam Vietnam banyak yang loyal pada suku-suku beragam. Kelompok-kelompok klasik umat Islam di vietnam dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
1.      Kelompok pertama
Muslim Tcham, yang merupakan kelompok mayoritas.
2.      Kelompok kedua
Umat muslim yang berasal dari suku-suku yang beragam, mereka adalah pedagang muslim yang datang dari negeri-negeri yang beragam kemudian menikah darianak-anak negeri tersebut, seperti Arab, India, Indonesia, Malaysia dan Pakistan, dan jumlah mereka merupakan kelompok terbesar dari jumlah umat Islam secara keseluruhan.
3.      Kelompok ketiga
Umat muslim yang berasal dari warga Vietnam asli dan mereka adalah warga Vietnamyang masuk setelah berinteraksi dengan para pedagang muslim dan komunikasi secara baik, seperti kampng Tan Buu pada bagian kota Tan An, baik dengan masuknya wargakepada Islam atau mereka masuk Islam melalui pernikahan.

Kondisi umat Islam di Vietnam
Umat Islam adalah bagian dari penduduk negeri, maka dari itu kondisi mereka sangat berhubungan dengan pertumbuhan negara dan kemajuannya. Dan kondisi negara Vietnam sepanjang tahun terakhir ini mengalami kemajuan yang pesat dan prestasi yang banyak yang belum pernah dialami pada pemerintahan sebelumnya. Pada tahun 2007, Vietnam resmi menjadi anggota organisasi negara perdagangan internasional, setelahmampu berpartisipasi melakukan perbaikan ekonomi dan meluas jaringannya pada beberapa tahun terakhir. Karena itulah Vietnam menjadi salah satu dari negara yangmampu membangun beberapa komponen perbaikan ekonomi dan membuka negara dihadapan investor asing dan perusahaan-perusahaan swasta dengan jumlah milyaran dollar untuk menanamkan investasinya di berbagai lini dan sektor yang beragam.

Dan jika dibandingkan dengan kondisi umat pada kurun sebelumnya umat Islam saat ini mengalami perbaikan, sehingga sebagian umat Islam mampu keluar dari sangkar kemiskinan dan ketiadaan, bahkan berubah kondisi hidup mereka. Namun jumlahnya masih terbatas, karena masih banyak dari umat Islam bahkan dalam jumlah yang begitu besar umat Islam menghadapi berbagai problema kemiskinan dan permasalahan materi khususnya yang tinggal di luar dari Ho Chi Minh City.

Pelajar Islam di Vietnam
Pada bidang pendidikan, para pelajar Islam mampu masuk pada sekolah-sekolah negeri,ma’had-ma’had (kejuruan) dan universitas-universitas baik yang ada di dalam negerimaupun di luar negeri. Dan di antara negara yang dijadikan tempat untuk belajar bagi pelajar Vietnam adalah Malaysia, Indonesia, Saudi, Libia dan Mesir. Mereka mempelajari berbagai bidang ilmu dan spesialis.

Jumlah pelajar Vietnam yang berada di Malaysia berjumlah 50 orang, dan yang belajar di UII Kuala Lumpur berjumlah30 orang dan sisanya di sekolah-sekolah umum dan ma’had-ma’had lainnya. Sementaradi Saudi terdapat 15 orang, di Libia 5 orang, di Mesir 3 orang. Dan sebagian mereka adayang telah lulus dan kembali ke negara mereka, kemudian mendapatkan pekerjaan danmasih bisa melakukan pekerjaan di berbagai perusahaan yang beragam. Dan kelompok ini adalah yang berhasil meraih ilmu terapan, adapun yang berhasil mendapatkan ilmu-ilmu syariah seperti kuliah syariah dan kuliah ushuluddin tidak mendapatkan pekerjaanresmi dan tidak ada lembaga atau yayasan yang mau menampung mereka. Karena itumereka sangat membutuhkan dukungan dari negara-negara Islam atau lembaga-lembagasosial seperti mengangkat mereka sebagai duat dan memberikan mereka bantuan materiatau gaji bulanan untuk dapat melakukan aktivitas dan agenda dakwah di tengahmasyarakat mereka dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Agenda-agenda dakwah
Bahwa dakwah kepada merupakan pekerjaan terbaik dan mulia, karena itu tidaklahseseorang menunaikan tugas ini kecuali pasti mendapatkan ganjaran terbaik dan karuniadi sisi Allah. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

Ini merupakan perhiasan paling berharga yang diberikan oleh Allah SWT bagi siapa yangmenginginkan kebaikan dan kemenangan di dunia dan di akhirat. Sungguh, tidak akan sia-sia bagi siapa yang menjalin hubungan erat kepada Allah dan berpegang teguh kepadaNya.

Dan jika setiap umat Islam bersungguh-sungguh menyeru orang yang ada di sampingnya kepada Islam dan iman maka akan berubah jumlah Islam dan bertambah dari hari ke hari.Karena kelompok Kristenisasi telah banyak bekerja keras dengan mengorbankan hartayang begitu besar untuk mengkristenkan warga dengan berbagai sarana, dan bahkanmereka bekerja siang dan malam hanya untuk menambah jumlah mereka, sehingga bertambahlah jumlah mereka dan menjadi banyak.

Namun apa yang dialami oleh dakwahIslam dan para dai manusia kepada Islam? Bukanlah dakwah kita lebih berhak dan lebih baik? Kenapa kita bermalas-malasan dalam berdakwah? Beruntunglah seorang dai yang menyeru manusia kepada Allah, sebagaimana yang disabdakan nabi saw:
“لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ امْرَأً خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ”
“Sungguh, seseorang yang mendapat petunjuk melalui dirimu, maka itu lebih baik daripada unta yang merah sekalipun”.

Dan untuk merasakan dan memahami keutamaan ini, muslim Vietnam telah ikut andil pada bidang dakwah ini.

Dakwah di Vietnam terbagi pada dua kelompok :
=>Dakwah yang dilakukan oleh muslim Vietnam di luar negeri dan duat dari berbagai macam lembaga dan yayasan dari luar negeri.
=>Dakwah yang dilakukan oleh muslim Vietnam dari dalam negeri.

Dan di antara agenda dakwah yang dilakukan pada kelompok pertama adalah:
=>Mendirikan perkumpulan kelompok muslim yang hijrah ke Amerika perpustakaanIslam atau TU SACH TIM HIEU ISLAM di Amerika. Dan pemiliknya telah banyak menulis buku-buku keagamaan, dan menerjemahkan berbagai macam buku dari bahasaArab dan Inggris ke bahasa Vietnam. Terutama terjemah makna-makna Al-Qur’an ke bahasa Vietnam yang dilakukan oleh Sayyid Hasan Abdul Karim.
=>Muslim Vietnam yang hijrah ke Perancis menerbitkan majalah ” VE NGUON ” setiap 3 bulan sekali, sebagai majalah yang memberikan perhatian dengan makalah-makalah ke Islaman dan berbagai urusan agama dengan menggunakan bahasa Vietnam.
=>Menerbitkan Majalah berbahasa vietnam HAI DANG VA DOI SONG di Paris, yangmemberikan perhatian pada penyebaran informasi terkini dan penting tentang Islamseperti penemuan-penemuan ilmiah dan lain-lainnya. Dan pemilik majalah tersebut telahmendirikan website khusus di internet untuk menyebarkan berbagai artikel yang ada dimajalah yaitu www.haidang.org dan www.chanlyislam.net yang mana keduanya memiliki peranan penting dalam menyebarkan permasalahan yang berhubungan denganagama Islam.
=>Usaha lembaga An-Nuur charity dalam mengurusi pelajar Vietnam dengan bentuk tarbiyah, sebagaimana berusaha mewujudkan adanya hubungan kerja sama dan salingkenal antar pelajar.

Dan di antara agenda dakwah yang dilakukan oleh muslim Vietnam di dalam negerinya adalah :
=>Mengajarkan Al-Qur’an dan berbagai permasalahan tentang agama yang sesuai kepadaanak-anak mereka di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan masjid pada waktu sorehari.
=>Peranan Jamaah Tabligh (JT) dalam mengingatkan manusia terhadap dan ajaran-ajarannya.
=>Kerja keras personal

Kebutuhan umat Islam di Vietnam
=>Mendapatkan dukungan dan support dari dunia Islam dengan mengangkat para duat,karena adanya peraturan negara melarang masuknya duat asing.
=>Memberikan dukungan untuk melakukan gerakan penerjemahan, karena mereka belum memiliki berbagai buku dengan bahasa Vietnam. Bahkan pada tingkat sebagian umatIslam yang tidak mengetahui prinsip-prinsip Islam dan pondasi-pondasinya, sehinggamereka hidup dalam kondisi bodoh dan tidak mengetahui prinsip dasar Islam.
=>Meningkatkan tingkat kehidupan umat Islam oleh karena kondisi ekonomi yang tidak menentu, yaitu dengan cara memberikan investasi di berbagai tempat umat Islam tinggal.
=>Lemahnya perekonomian yang menghambat proses pendidikan, karena anak-anak umatIslam di sana tidak mampu masuk dan melanjutkan pendidikan mereka di berbagaiuniversitas karena kemiskinan dan kecilnya income untuk membayar cicilan universitasdan juga buku-buku diktatnya.
=>Membangun dan membuka sekolah yang mengajarkan manhaj pemerintahan dantsaqafah islamiyah serta memberikan beasiswa pendidikan untuk pelajar Vietnam di berbagai universitas Islam.Lembaga-lembaga dan yayasan-yayasan1.Perwakilan muslim Ho Chi Minh City, atau yayasan Islam. Yayasan ini didirikan padatahun 1991, dan pusatnya di Ho Chi Minh City, dan yayasan tersebut memberikan perhatian terhadap berbagai urusan umat Islam yang di temukan di kota tersebut.2.Perwakilan muslim An Giang. Dan perwakilan ini di dirikan pada tahun 2004, dan pusatnya terletak di perbatasan An Giang. Dan perwakilan ini menjadi lembaga penting bagi warga muslim di perbatasan ini.

Lembaga-lembaga dan yayasan-yayasan
=>Perwakilan muslim Ho Chi Minh City, atau yayasan Islam. Yayasan ini didirikan pada tahun 1991, dan pusatnya di Ho Chi Minh City, dan yayasan tersebut memberikan perhatian terhadap berbagai urusan umat Islam yang di temukan di kota tersebut.
=>Perwakilan muslim An Giang. Dan perwakilan ini di dirikan pada tahun 2004, dan pusatnya terletak di perbatasan An Giang. Dan perwakilan ini menjadi lembaga penting bagi warga muslim di perbatasan ini.

Sekian post saya mengenai Sejarah Perkembangan Islam di Vietnam.
Semoga bermanfaat.....!!

» JANGAN LUPA LIKE N Komentarnya Yeach...

= Baca Juga Sob =



Ditulis Oleh : Marwan Setiawan ~ Berbagi Ilmu Pengetahuan

Artikel Sejarah Perkembangan Islam di Vietnam ini diposting oleh Marwan Setiawan. Sobat diperbolehkan mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link AKTIF artikel ini sebagai sumbernya. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

::..Get Free Daily Email Updates..::

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Baru Lama HomE
to Top